Info Riau | Yuk Baca

Info Pekanbaru | Yuk Baca

Info Wisata | Yuk Travelling

Info Kampus | Yuk Baca

Post Page Advertisement [Top]

5 Cara Berbagi di Saat Pandemi Virus, Ramadhan, dan Idul Fitri
iniPKU.com - Cara berbagi bersama kepada masyarakat di saat pandemi, yang dibarengi ramadhan dan idul fitri, ini caranya. yuk coba!


Cara Berbagi. Sabtu, 23 Mei 2020, saya mendapatkan bagian untuk menerima sembako dari ayah dan ibu angkat di Pekanbaru (bantuan dari umat untuk saya).

Mungkin itulah saat yang tepat untuk saya berjumpa dengan ayah dan ibu angkat, karena seperti saat sekarang, pandemi virus, kita susah untuk bertatap muka. 

Kesempatan untuk bertemu kemarin saya manfaatkan untuk bertemu salah satu ayah dan ibu angkat saya. Beliau berdua bercerita singkat kepada saya tentang masa-masa pandemi seperti sekarang.

Istri beliau tengah sakit, dulu saya ingat betul sering membantu beliau pergi kesana kemari lah membeli barang, makanan, dan berbagai hal yang disuruh. 

Itupun kalau saya lagi di rumah gak ada jadwal kuliah. Ada banyak cerita dan pengalaman hidup yang bisa saya tulis, tapi nanti di narasi selanjutnya yah, itu Kisah Nyata.

Apalagi seperti saat sekarang, masa-masa pandemi virus, yang berbarengan dengan ramadhan dan idul fitri, kita semua harus bersabara dan menahan ego.

Nah, dari beberapa cerita singkat yang disampaikan beliau kepada saya, ada kesimpulan yang ingin saya sampaikan, yaitu : tentang berbagi, begitu pentingnya berbagi dalam kehidupan manusia, seperti saat sekarang pandemi virus, ramadhan, dan hari raya idul fitri.

Ada Lima Cara Berbagi di Saat Pandemi, Ramadhan, dan Idul Fitri, sebagai berikut :

Pertama, Berbagi Kebersamaan Menyambung Silahturahmi. Minggu, 24 Mei 2020, Hari Raya Idul Fitri telah tiba, namun sedikit berbeda dari tahun sebelumnya.

Pasalnya kita sama sekali tidak bisa bertatap muka, sambil bercerita di teras rumah, ruang tamu, maupun halaman rumah kita.

Karena, kita juga sama-sama menjaga agar tidak tertular virus c0vid-I9, alhasil sanjo-sanjo atau berkunjung ke rumah-rumah sebagian tidak bisa melaksanakannya.

Kawan saja juga ada cerita, sepi banget lebaran tahun ini, orang pada gak ke rumah-rumah untuk berkunjung, setelah Sholat IED ya udah orang pada pulang masing-masing ke rumahnya.

Beruntungnya, saya masih bisa berkeliling namun hanya di kompleks perumahan saja, yah cukuplah untuk berbagi kebersamaan dan bersilahturahmi dengan tetangga sekitar rumah saja.

Nah, untuk yang berjauhan juga bisa, tetap berbagai kebersamaan dan bersilahturahmi, tanpa mengurangi esensi nilai-nilai penting disaat pendemi, ramadhan, dan idul fitri.

Semuanya bisa dilakukan dengan virtual online, tujuannya sama, yaitu untuk berkomunikasi menyambung silahturahmi, walau tak bisa berjabat tangan.

Kedua, Berbagi Optimisme dan Semangat. Sebagian orang yang saya jumpai, selalu menyampaikan tentang optimisme dan semangat, bahwa wabah virus ini semoga segera berakhir. 

Bahkan, Bapak dan Ibu angkat saya yang mana istrinya sedang sakit, juga menyampaikan hal yang sama, "Ibu yang sakit aja, masih tetap optimis dan semangat, biarpun sakit, jangan sampai virus itu sama ibu, dan ibu juga percaya dan yakin virus ini, semoga segera berakhir."

Begitu juga lingkungan tempat tinggal saya, abang dan kakak disini sama-sama membangun optimisme dan semangat di tengah pandemi, dalam menyambut ramadhan dan lebaran idul fitri yang nampak, wajah dan mata yang selalu bersinar, tetap optimis dan semangat.

Ketiga, Berbagi Motivasi Kehidupan. Apa yang pernah kamu bayangkan ? Di saat sekarang, serba di rumah aja, yapz kamu bisa berbagai motivasi kehidupan, lewat media sosial yang kamu punya.

Berbagi banyak hal tentang pengalaman, cerita-cerita singkat semasa merantau, bisa jadi pilihan, kamu juga bisa menjadi bagian dalam berbagai banyak hal. 

Sebagian orang membutuhkan narasi-narasi itu, untuk membantu mereka dalam membangun motivasi agar selalu optimis dan semangat di masa sekarang ini.

Keempat, Berbagi Suka dan Duka. Sebagai masyarakat yang dikuatkan dengan identitas kebersamaan, warga kita memang, sebagian mempunyai rasa empati dan simpati kepada tetangga, maupun orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

Disinilah, rasa suka dan duka itu muncul, sehingga kita pun ikut dalam berbagi suka dan duka itu, ya ada sebagian orang yang berbagi sembako, berbagi masker, berbagi makanan, dan berbagi suka dan duka lainnya.

Nah, dari sinilah kita juga bisa berbagi banyak hal tentang suka dan duka bersama warga sekitar yang membutuhkan bantuan dari kita sebagai warga.

Kelima, Berbagi Cerita dan Narasi Kehidupan. Nah, cara ini mungkin bisa kamu lakukan dengan keterbatasan finansial, kamu bisa berbagi cerita dan narasi kehidupan, yang sebagian orang membutuhkan itu.

Karena dengan mendengar dan membaca cerita dari orang lain, manusia akan dapat belajar banyak hal disana, sehingga bisa mencegah berbagai hal yang mungkin saja itu buruk kedepannya. 

Nah, itulah berbagai cara kita bisa berbagi bersama masyarakat, dan lingkungan sekitarnya, melalui berbagi banyak hal, seperti diatas saya tulis ada lima cara. 

Cara ini juga bisa kamu bagikan di media sosial kamu ya guys, pasti punya kan, kamu bisa pilih salah satu saja, biar hemat kuota juga.

Kalau ada tambahan bisa kamu tulis di kolom komentar ya guys. Selalu semangat !

Sumber Foto : 
https://limawaktu.id/news/pagar-rumah-jadi-tempat-berbagi-ditengah-pandemi-covid-19

http://jatim.bkkbn.go.id/peduli-masyarakat-terdampak-covid-19-bkkbn-galakkan-gerakan-bersama-rabu-berbagi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]