Info Wisata | Yuk Travelling

Info Kampus | Yuk Baca

Post Page Advertisement [Top]

Ini 9 Cara Ridwan Kamil Salurkan Bansos untuk Warga Jabar
iniPKU.com - Patut dicontoh, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mempunyai 9 cara/pintu untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk warga yang terdampak pandemi corona. Yuk baca tipsnya Kang Emil.

Kebutuhan Pokok Saat Pandemi Covid-19 Bagi Warga Terdampak di Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mempunyai cara tersendiri untuk mengatasi, dan menjamin seluruh kebutuhan pokok warga yang terdampak pandemi wabah virus corona.

Kang Emil sapaan akrabnya, sudah mempersiapkan 9 pintu untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) bagi warga yang terdampak.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membantu warganya yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi wabah virus corona.

Dilansir dari Galuh.id, Kang Emil menegaskan, upaya tersebut dilakukan agar tak ada manusia yang kelaparan di tanah Jabar.

Lantas apa saja 9 pintu yang diprogramkan Pemerintah Jabar dalam memberikan bansos kepada warganya ? Yuk lanjut membaca.

Dikutip dari Kumparan.com, "Pelaksanaan bantuan sosial dari pemerintah akan diintensifkan dalam waktu dekat. Jumlah bantuan ada 9 jadi warga Jabar jangan khawatir dengan bansos karena ada 9 yang disiapkan," kata Kang Emil di Gedung Pakuan, Jawa Barat, Jumat (17/4).

Kang Emil menjelaskan 9 pintu yang akan dipersiapan untuk membantu warga terdampak corona yaitu sebagai berikut :

Pintu Pertama, Program Keluarga Harapan (PKH) yang dapat dimanfaatkan sebagai bansos. 

Pintu Kedua, Bantuan kartu sembako yang sudah rutin diberikan kepada warga Jabar.

Pintu Ketiga, Kartu Prakerja. Jabar mendapatkan jatah 1 juta kartu dari pemerintah pusat. Program kartu prakerja akan menyasar pada pengangguran atau korban PHK selama pandemi corona.

Pintu keempat, Bantuan dari dana desa yang mencapai 30 persen. Bantuan ini akan diberikan kepada masyarakat desa yang terdampak pandemi virus corona.

Pintu kelima, merupakan bantuan dari Presiden Jokowi yang diperuntukkan bagi para perantau di Bodebek agar tidak merantau terlebih dahulu selama pandemi virus corona.

Para perantau yang di Jabar yang tidak mudik akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 600 ribu selama tiga bulan.

Pintu keenam, akan diberikan Kementerian Sosial senilai Rp 600 ribu selama 3 bulan.

Pintu Ketujuh dan kedelapan, bantuan berasal dari Pemprov Jabar dan Pemerintah tingkat dua kota atau kabupaten.

"Kemudian tujuh bantuan provinsi hadir bersama kami perwakilan DPRD sebesar 500 ribu dikalikan 4 bulan dan delapan adalah bantuan kota dan kabupaten," tutur Kang Emil.

Pintu kesembilan, bantuan terakhir akan diberikan pada warga yang tidak terdata atau tidak memiliki KTP, seperti anak jalanan dan sebagainya. Mereka akan diberi bantuan melalui program Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu). 

"Jadi semua total sudah disiapkan dan kepada yang masih terlewat silahkan laporkan melalui aplikasi Pikobar di sana argumentasi kan apa yang kurang dan belum bisa didapatkan atau terlewat pendataan oleh RT dan RW," tutupnya.

Nah, itulah 9 pintu atau cara Pemerintah Jawa Barat dalam memberikan bantuan sosial. Tujuannya diberlakukan 9 pintu bantuan ini agar warga yang menerima bansos tidak duplikat atau dua kali menerima.

Menurut kamu gimana, apakah cara ini bisa diterapkan di daerah kamu ? Yang pastinya warga dan masyarakat yang terkena dampak pandemi virus corona, bisa mendapatkan hak dan bantuan dari pemerintah setempat yang tepat sasaran.

Sumber referensi : 1 | 2 |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]