Info Wisata | Yuk Travelling

Info Kampus | Yuk Baca

Post Page Advertisement [Top]

Ada 9 Fakta Sejarah Kerajaan Siak yang Harus Anda Ketahui
iniPKU.com - Apa anda sudah tahu ? Ini sejarah berdirinya Kerjaan Siak, dan fakta-faktanya. Yuk baca sekarang.

Wisata Sejarah di Provinsi Riau. Berlibur adalah waktu yang menyenangkan, bagi kebanyakan orang yang mempunyai aktivitas, dan kesibukan kerja, waktu berlibur akan dimanfaatkan untuk bisa berkumpul bersama keluarga.

Lalu, dimana anda akan mengajak keluarga untuk menikmati liburan ? Nah, liburan yang anda rencanakan, serta dapat memberikan wawasan dan edukasi wisata perihal sejarah, budaya, dan nilai-nilai kemasyarakatan.

Tepat sekali, Kabupaten Siak menjadi salah satu tujuan wisata yang ada di Provinsi Riau. Salah satu tempat bersejarah yang wajib anda kunjungi, yaitu adanya Istana Kerajaan Siak.

Istana Kerjaan Siak hingga saat ini menjadi ikon, dan daya tarik tersendiri bagi para traveller, dan para keluarga yang ingin berlibur saat waktu senggang kerja.

Bagi anda yang mungkin sedang berada di Kota Pekanbaru, ada baiknya untuk bisa berkunjung ke Siak, karena kesempatan untuk mengetahui bangunan Istana Siak, dan beberapa nilai-nilai sejarah, budaya, adat, dan nilai kemasyarakatan, bisa anda dapatkan disini.

Nah, untuk itu mari sama-sama sebelum berkunjung ke Istana Siak, ada baiknya anda mengetahui Sejarah Kerajaan Siak.

Sejarah Kerajaan Siak. Sebelum anda mengetahui sejarah singkat keberadaan Kerajaan Siak pada masa itu, ada baiknya anda membaca beberapa fakta seputar Sejarah Kerajaan Siak yang mempunyai nilai budaya, adat, dan nilai kemasyarakatan.

Apa saja fakta-fakta tersebut ? Berikut ini ada beberapa fakta sejarah yang harus anda ketahui sebagai calon pelancong, yang akan berkunjung ke Objek Wisata Budaya di Siak, Provinsi Riau.

Fakta pertama, Keberadaan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Didirikan tahun 1723 M oleh Raja Kecik yang bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah Putera Raja Johor (Sultan Mahmud Syah), dengan istrinya Encik Pong. Pusat kerajaan berada di Buantan.

Fakta kedua, Asal muasal nama Siak. Konon berasal dari sejenis tumbuh-tumbuhan, yaitu Siak-Siak, yang banyak terdapat disana.

Fakta ketiga, Adanya Perang Saudara. Perebutan Tahta Kerajaan Johor yang terjadi antara Tengku Sulaiman dengan Raja Kecik membuat kerugiaan yang cukup besar, pada akhirnya Pihak Johor (Tengku Sulaiman) mengundurkan diri ke Pahang, sedangkan Raja Kecik mengundurkan diri ke Bintan.

Fakta keempat, Kerajaan yang berpindah-pindah. Awal berdirinya Kerajaan Siak yaitu di Buantan. Lalu, pindah ke Mempura, kemudian pindah ke Senapelan Pekanbaru, dan kembali lagi ke Mempura. Pada akhirnya, Pusat Kerajaan Siak menetap dan dipindahkan ke Kota Siak Sri Indrapura.

Fakta kelima, Istana Megah di Kota Siak.  Sultan Assayaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin, yang merupakan Sultan ke-11.

Memerintah pada tahun 1889-1908, yang telah membangun istana yang megah terletak di Kota Siak. Istana itu diberi nama Istana Asseraiyah Hasyimiah dibangun pada tahun 1889.

Fakta, keenam, Pengibaran Bendera Merah Putih di Istana Siak. Sultan Siak ke-12 yang terkenal dengan nama Sultan Syarif Kasim Tsani (Sultan Syarif Kasim II), mengibarkan bendera merah putih di Istana Siak, yang pada saat itu bersamaan dengan diproklamirkannya Kemerdekaan Republik Indonesia.

Fakta, ketujuh, Menyerahkan Mahkota Kerjaan.  Sultan Syarif Kasim II berangkat ke Jawa untuk menemui Bung Karno, dan menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia. Beliau sambil menyerahkan Mahkota Kerajaan, serta uang sebesar Sepuluh Ribu Gulden.

Fakta, kedelapan, Makam Sultan Syarif Kasim II. Terletak di tengah Kota Siak Sri Indrapura tepatnya di samping Mesjid Sultan yaitu Mesjid Syahabuddin.

Fakta, kesembilan, Menjadi Kabupaten Siak. Pada tahun 1999 barulah menjadi Kabupaten Siak, dengan Ibukotanya Siak Sri Indrapura, berdasarkan UU No. 53 Tahun 1999.

Nah, itulah beberapa fakta sejarah yang mesti anda ketahui, sebelum melancong ke Istana Siak. Kota Siak memang menjadi salah satu tujuan wisata lokal, nasional, bahkan internasional.

Oleh karena itu mari sama-sama kita ketahui sejarah kerajaan siak secara lengkap dibawah ini. Yuk baca terus.

Dilansir dari Siakkab.go.id, Sejarah Singkat Kerajaan Siak, yaitu sebagai berikut :

Kerajaan Siak Sri Indrapura didirikan pada tahun 1723 M oleh Raja Kecik yang bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah putera Raja Johor (Sultan Mahmud Syah) dengan istrinya Encik Pong, dengan pusat kerajaan berada di Buantan.

Konon nama Siak berasal dari nama sejenis tumbuh-tumbuhan yaitu siak-siak yang banyak terdapat di situ. Sebelum kerajaan Siak berdiri, daerah Siak berada dibawah kekuasaan Johor. Yang memerintah dan mengawasi daerah ini adalah raja yang ditunjuk dan diangkat oleh Sultan Johor.

Namun hampir 100 tahun daerah ini tidak ada yang memerintah. Daerah ini diawasi oleh Syahbandar yang ditunjuk untuk memungut cukai hasil hutan dan hasil laut.

Pada awal tahun 1699 Sultan Kerajaan Johor bergelar Sultan Mahmud Syah II mangkat dibunuh Magat Sri Rama, istrinya yang bernama Encik Pong pada waktu itu sedang hamil dilarikan ke Singapura, terus ke Jambi.

Dalam perjalanan itu lahirlah Raja Kecik dan kemudian dibesarkan di Kerajaan Pagaruyung Minangkabau. Sementara itu pucuk pimpinan Kerajaan Johor diduduki oleh Datuk Bendahara tun Habib yang bergelar Sultan Abdul Jalil Riayat Syah.

Setelah Raja Kecik dewasa, pada tahun 1717 Raja Kecik berhasil merebut tahta Johor. Tetapi tahun 1722 Kerajaan Johor tersebut direbut kembali oleh Tengku Sulaiman ipar Raja Kecik yang merupakan putera Sultan Abdul Jalil Riayat Syah.

Dalam merebut Kerajaan Johor ini, Tengku Sulaiman dibantu oleh beberapa bangsawan Bugis. Terjadilah perang saudara yang mengakibatkan kerugian yang cukup besar pada kedua belah pihak, maka akhirnya masing-masing pihak mengundurkan diri.

Pihak Johor mengundurkan diri ke Pahang, dan Raja Kecik mengundurkan diri ke Bintan dan seterusnya mendirikan negeri baru di pinggir Sungai Buantan (anak Sungai Siak). Demikianlah awal berdirinya kerajaan Siak di Buantan. Namun, pusat Kerajaan Siak tidak menetap di Buantan.

Pusat kerajaan kemudian selalu berpindah-pindah dari kota Buantan pindah ke Mempura, pindah kemudian ke Senapelan Pekanbaru dan kembali lagi ke Mempura.

Semasa pemerintahan Sultan Ismail dengan Sultan Assyaidis Syarif Ismail Jalil Jalaluddin (1827-1864) pusat Kerajaan Siak dipindahkan ke kota Siak Sri Indrapura dan akhirnya menetap disana sampai akhirnya masa pemerintahan Sultan Siak terakhir.

Pada masa Sultan ke-11 yaitu Sultan Assayaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin yang memerintah pada tahun 1889-1908, dibangunlah istana yang megah terletak di kota Siak dan istana ini diberi nama Istana Asseraiyah Hasyimiah yang dibangun pada tahun 1889.

Pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim ini Siak mengalami kemajuan terutama dibidang ekonomi. Dan masa itu pula beliau berkesempatan melawat ke Eropa yaitu Jerman dan Belanda.

Setelah wafat, beliau digantikan oleh putranya yang masih kecil dan sedang bersekolah di Batavia yaitu Tengku Sulung Syarif Kasim dan baru pada tahun 1915 beliau ditabalkan sebagai Sultan Siak ke-12 dengan gelar Assayaidis Syarif Kasim Abdul Jalil Syaifuddin dan terakhir terkenal dengan nama Sultan Syarif Kasim Tsani (Sultan Syarif Kasim II).

Bersamaan dengan diproklamirkannya Kemerdekaan Republik Indonesia, beliau pun mengibarkan bendera merah putih di Istana Siak dan tak lama kemudian beliau berangkat ke Jawa menemui Bung Karno dan menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia sambil menyerahkan Mahkota Kerajaan serta uang sebesar Sepuluh Ribu Gulden.

Dan sejak itu beliau meninggalkan Siak dan bermukim di Jakarta. Baru pada tahun 1960 kembali ke Siak dan mangkat di Rumbai pada tahun 1968.

Beliau tidak meninggalkan keturunan baik dari Permaisuri Pertama Tengku Agung maupun dari Permaisuri Kedua Tengku Maharatu.

Pada tahun 1997 Sultan Syarif Kasim II mendapat gelar Kehormatan Kepahlawanan sebagai seorang Pahlawan Nasional Republik Indonesia.

Makam Sultan Syarif Kasim II terletak di tengah Kota Siak Sri Indrapura tepatnya di samping Mesjid Sultan yaitu Mesjid Syahabuddin.

Diawal Pemerintahan Republik Indonesia, Kabupaten Siak ini merupakan Wilayah Kewedanan Siak di bawah Kabupaten Bengkalis yang kemudian berubah status menjadi Kecamatan Siak.

Barulah pada tahun 1999 berubah menjadi Kabupaten Siak dengan ibukotanya Siak Sri Indrapura berdasarkan UU No. 53 Tahun 1999. (Sumber : Klik)

Setelah anda tahu secara ringkas sejarah kerajaan siak, secara tidak sadar anda telah mengetahui nilai-nilai budaya, adat, serta nilai kemasyarakatan, seperti nilai sosial, norma, dan berbagai pelajaran berharga mengenai cerita sejarah kerajaan siak pada masa itu.

Yuk berkunjung ke Istana Siak nikmati wisata edukasi bersama keluarga, sahabat, kawan mahasiswa, kawan kerja di kantor, dan ajak orang-orang terdekat kamu untuk berkunjung ke wisata lokal Istana Siak, Provinsi Riau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]